Cincau Hijau (daluman)
Written By widnyana made on Sunday, January 4, 2015 | 3:02 AM
Runner's Knee (Patellofemoral Pain Syndrome)
Written By widnyana made on Saturday, January 3, 2015 | 3:59 AM
Kita sering mendengar istilah Runner’s Knee disebut tiap kali ada pelari mengalami rasa sakit di lutut.Runner’s Knee atau Patellofemoral Pain Syndrome(PFPS), adalah salah satu cidera yang paling sering dialami pelari .
Beban stres berlari pada kaki menyebabkan iritasi di area tempat tempurung lutut (patella) bersentuhan dengan tulang paha. Iritasi ini mengakibatkan rasa sakit yang bervariasi: tajam dan tiba-tiba, atau perlahan makin terasa dan berkepanjangan. Rasa sakit dapat mereda saat kita berlari dan kembali lagi setelah itu.
Walaupun faktor biomekanis dapat berperan, penyebab runner’s knee seringkali adalah lemahnya otot quadriceps dan hamstrings yang tegang. Quads yang lemah tidak mampu menyangga tempurung lutut, sehingga tempurung tersebut bergerak keluar jalur. Sementara, hamstrings yang tegang akan memberikan ekstra tekanan pada lutut.
Oleh karena itu, salah satu cara mencegah dan memulihkan diri dari runner’s knee adalah dengan melakukan latihan beban untuk menguatkan otot-otot kaki dan juga peregangan untuk menghilangkan ketegangan pada otot-otot yang bersangkutan.
Gejala
Runner’s knee dapat terjadi di salah satu atau kedua lutut dan biasanya menyerang pelari muda, pelari rekreasional, dan wanita, menurut British Journal of Sports Medicine. Hal ini mungkin disebabkan oleh ukuran pinggul wanita yang lebih lebar dari pria, sehingga sudut perbandingan antara tulang paha dan lutut cenderung lebih besar dan memberikan stres tambahan pada tempurung lutut.
Gejala runner’s knee adalah rasa nyeri di belakang dan sekitar tempurung lutut, dan juga di bagian tengahnya. Terkadang ada suara berderik bila lutut digerakan, dan juga perasaan seakan-akan lutut tidak mampu menyangga bobot tubuh.
Tanjakan, anak tangga, atau permukaan yang tidak rata dapat memperparah runner’s knee.
Penyebab
Sulit untuk menentukan penyebab pasti dari runner’s knee. Selain dari masalah otot seperti yang telah disebutkan di atas, aspek biomekanis dapat berperan, misalnya tempurung lutut dapat memiliki sisi luar yang lebih besar disbanding sisi dalam, tempurung dapat terletak terlalu tinggi di atas alur tulang femoral (tulang paha), atau ada kecenderungan alami untuk tempurung lutut mengalami dislokasi.
Selain itu, tulang rawan di sendi lutut dapat menjadi aus dan hal ini mengurangi kemampuan lutut untuk menyerap syok dari gerakan lari. Pelari yang memiliki kaki dengan high arch juga rawan terkena cidera ini karena bentuk kaki ini memiliki lebih sedikit bantalan alami untuk menyerap beban gerakan lari. Sementara pelari dengan flat feet atau mereka dengan lutut yang mengarah ke dalam atau ke luar dapat menarik tempurung lutut keluar jalur.
Pencegahan & Perawatan
Pelari disarankan untuk menghindari permukaan lari yang tidak rata, dan pilihlah permukaan yang lunak. Jaga agar penambahan total jarak lari tidak melebihi 10% tiap minggunya. Hindari lari di tanjakan bila sedang mengalami runner’s knee. Setelah pulih total, sertakan latihan tanjakan perlahan-lahan untuk membantu menguatkan otot kaki.
Kenakan sepatu yang cocok dengan tipe kaki untuk membantu isu akibat bentuk kaki dan tipe langkah kita.
Jika kita mulai merasakan rasa tidak nyaman di area lutut, segera kurangi jarak lari dan intensitas latihan. Semakin cepat kita mengurangi beban stres pada lutut, semakin cepat proses penyembuhan berlangsung. Hindari aktifitas yang mengharuskan lutut menekuk.
Lakukan RICE (rest, ice, compression, dan elevation). Istirahatkan kaki, kurangi atau hentikan aktifitas lari sampai benar-benar pulih. Kompres lutut dengan es batu yang dibungkus kain selama sekitar 15 menit beberapa kali sehari. Bebat lutut dengan perban elastis atau sarung lutut (knee sleeve) untuk memberikan ekstra sokongan. Dan, elevasi kaki lebih tinggi dari posisi jantung. Ini dapat dilakukan dengan berbaring dan meletakan kaki diatas tumpukan bantal atau menyandarkan kaki ke tembok.
Pertimbangkan mengunjungi fisioterapis anda bila cedera tak kunjung sembuh.
Salam #physiobility
Physiotherapy Disaster
Written By widnyana made on Thursday, December 25, 2014 | 5:41 PM
Peran Fisioterapi dalam Manajemen Bencana
- Terlibat dalam prosespengembangan kebijakan dan perencanaan yang membantu daerah, negara dan wilayah tempat tinggalnya dalammenghadapi bencana;
- Terlibat dalam edukasi dan tindakan pencegahansebelum, selama dan setelahbencana;
- Memberikan intervensi/penanganan fisioterapi/rehabilitasi pada korban bencana
- Menjamin korban bencana memiliki akses ke layanan fisioterapi/rehabilitasi untuk mencapai tingkat kesehatan dan fungsional yang optimal.
WCPT mendorong organisasi anggotanyauntuk:
- Bekerja sama dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah (LSM), lembaga bantuan dan yang lainnya dalam mengembangkan rencana pencegahan bencana, kesiapsiagaan dan strategi respon, pemberian respon yang terkoordinasi terhadap situasi bencana
- Memfasilitasi diskusi, berbagi sumber daya dan memberikan bimbingan kepada fisioterapis yang ingin menjadi relawan dalam situasi darurat bencana
- Mendorong penyelenggara program pendidikan fisioterapi profesi dasar untuk memasukkan manajemen bencana dalam kurikulum pendidikan
Tokoh Indonesia yang Sukses tanpa Ijasah dan Bangku Sekolah
Written By widnyana made on Tuesday, December 23, 2014 | 5:53 AM
13 Orang Indonesia yang SUKSES tanpa Ijazah Sarjana [Serba 13]
Kita sering beranggapan bahwa seseorang yang hanya lulusan SMA, SMP, bahkan SD susah untuk bersaing merebut kesuksesan di dunia luar. Tapi itu semua tidak benar, karena ada banyak sekali orang indonesia yang sukses tanpa ijazah sarjana. Berikut 13 orang indonesia yang sukses tanpa ijazah sarjana:
1. Andy F. Noya
PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana. Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy. Dan sekarang Ia menjadi Duta Baca di Indonesia.
2. Adam Malik
Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia melanjutkan di Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang. Dia adalah mantan menteri luar negeri Era Soeharto yang paling terkenal.
3. M. H. Ainun Najib
Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
4. Abdullah Gymnastiar
kiai yang akhir-akhir ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiai dan wirausahawan (pengusaha besar) tanpa ijazah. Walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
5. Ajip Rosidi
Dia menolak ikut ujian akhir SMA karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 th diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Univ. Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
* Sekolah Rakyat 6 tah di Jatiwangi (1950)
* Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
* Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
6. Bob Sadino
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 th mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 t. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada th 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
7. Andrie Wongso
Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 th (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
8. Purdi E Chandra
Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk MURI lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 rb siswa tiap th.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa2 dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh Indonesia.
9. Hendy Setiono
Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 jt atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta.
10. Buya Hamka
HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 th, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
11. Basrizal Koto
Basrizal Koto atau sering disebut Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar. Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke tetangga.
Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah. Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah.Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete.Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
Jumlah perusahaan yang dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis penambangan batu bara di Riau, menyediakan jasa TV kabel dan Internet di Sumatra.Beberapa perusahaan yang masuk dalam MCB Group miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat belanja), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara), PT Best Western Hotel (Hotel Basko), dll. Proyek terakhir yang tengah digarapnya adalah pendirian Best Western Hotel dengan 198 kamar. Sebuah hotel bintang empat plus yang tengah di bangun di Padang, Sumatra Barat.
12.Liem Sioe Liong
Kalimat pendek yang cenderung merupakan ungkapan dalam sastra Indonesia itu, sebenarnya gambaran prinsip mereka berdagang di Indonesia sampai merembes ke kancah Internasional. Dengan grup yang ia pimpin, Soedono Liem Salim kelahiran Fukien, 1916 yang bermula bersama kakaknya: Liem Sioe Hie, membantu paman mereka berdagang minyak kacang di Kudus-Jawa Tengah, anak kedua dari tiga bersaudara ini bisa menggaji 25 ribu tenaga kerja. Dari Eksekutif Senior sampai sopir truk yang jumlahnya tak kurang dari 3000 armada termasuk pengangkut semen perusahaan Liem Cs.
Terkaya di Indonesia, memiliki 40 perusahaan, Liem Sioe Liong dengan para kamradnya menghasilkan omset bisnis tak kurang dari US$ 1 milyar setahun.salah satunya BCA dan Indosiar.
13.Jendral besar M.Soeharto
Anak Dusun kemusuk jawa tengah yang hanya mengenyam pendidikan terakhir HBS (Hogere Burger School)/SMP zaman belanda, menjadi gerilyawan tokoh sukses dibalik serangan Umum 1 maret yang menggetarkan Dunia Internasional, menjadi presiden sepanjang Sejarah dan kesuksesanya serta kepopuleran menyamai presiden RI pertama Ir. Soekarno.
Latihan Kardio dapat Mengurangi Massa Otot?
Written By widnyana made on Thursday, December 18, 2014 | 3:03 PM
Mungkin, belum banyak orang yang tahu fakta kardio bagi seseorang yang ingin menambah massa otot. Sehingga, banyak yang takut dengan kardio akan menghilangkan massa otot. Padahal, hal itu tidak dibenarkan. Berikut adalah fakta tentang kardio yang perlu Anda perhatikan guna memaksimalkan latihan Anda.
Waktu Terbaik untuk Melakukan Kardio
Keadaan tubuh seseorang berbeda-beda, itulah sebabnya waktu terbaik untuk melakukan kardio adalah ketika Anda merasa bahwa saat itu merupakan waktu terbaik. Namun perlu di garis bawahi, semua pakar kesahatan dan pelatih ahli kebugaran juga sepakat bahwa kardio di pagi hari dengan perut kosong tidak dianjurkan untuk dilakukan.
Membakar lemak bukan hanya terjadi ketika Anda melakukan latihan kardio, namun juga 2 jam setelah Anda melakukan latihan. Jika perut Anda dalam keadaan kosong, maka Anda tidak punya bahan bakar atau tenaga untuk memproses pembakaran lemak. Jadi, jika Anda tidak ingin menjadi kurus kecil dan kehilangan otot, maka hindari kardio di pagi hari dengan perut kosong. Hal tersebut sama saja dengan siap untuk berperang, namun tidak membawa amunisi.
Latihan Kardio Sebelum Angkat Beban?
Sebagian besar orang bertanya, melakukan kardio baru melakukan angkat besi, atau sebaliknya? Pertanyaan tersebut sangatlah sering diajukan. Melakukan latihan kardio memang merangsang otot-otot untuk tumbuh. Namun, apabila anda melakukan kardio sebelum melakukan angkat beban, maka Anda akan menghabiskan glikogen yang merupakan sumber energi.
Sebaliknya, jika Anda melakukan angkat besi terlebih dulu, maka simpanan glukogen dalam tubuh Anda akan cukup untuk jenis latihan lainnya. Itulah sebabnya, melakukan kardio sebaiknya dilakukan setelah latihan angkat berat. Alasan lainnya, selama sesi kardio, sintesis protein akan rendah, dan pemecahan protein akan naik. Hal itu membuat kemampuan tubuh Anda untuk membangun otot akan terganggu.
Jika menginginkan hasil maksimal dalam latihan kardio Anda, cobalah untuk membuat jadwal terpisah dengan latihan angkat beban. Memisahkan jadwal kardio dengan angkat beban memastikan Anda akan memiliki energi yang tepat untuk memaksimalkan latihan kardio dan angkat beban.
Kardio dan Efeknya Pada Pertumbuhan Otot
Jika Anda bertanya hal tersebut, maka jawabannya bisa iya, bisa tidak. Kardio dapat mengurangi massa otot jika dilakukan secara berlebihan. Namun, bukan berarti seseorang yang sedang melakukan pembentukan otot tidak boleh melakukan kardio. Kardio tetap dibutuhkan meskipun sedang menjalankan program pembentukan massa otot. Hanya saja, porsinya lebih kecil daripada program menurunkan berat badan.Untuk Anda yang sedang berusaha membentuk otot dan ingin melakukan kardio, maka bisa Anda lakukan sekitar 7 menit setelah latihan angkat beban.
Kardio yang dilakukan tidak terlalu lama, tidak akan menyebabkan penurunan massa otot. Hal ini dkarenakan, pembakaran yang terjadi hanya memanfaatkan simpanan lemak dan glikogen dalam tubuh. Sedangkan kardio dengan durasi lama bisa menyebabkan pengurangan massa otot, karena tubuh memaksa penggunaan protein untuk menghasilkan energi.
Nah, untuk mencegah protein otot Anda dipecah menjadi energi, lakukan kardio dalam intensitas rendah sampai sedang, dalam durasi yang tidak terlalu lama. Selain itu, tambahkan suplemen protein seperti Amino 2000 dari Ultimate Nutrition yang mengandung protein murni berkualitas terbaik untuk membantu menjaga massa otot Anda serta membantu perkembangan otot Anda.
Kardio Bagi Kesehatan Tubuh
Dengan melakukan kardio, kalori yang dibakar memang semakin banyak. Kegiatan yang termasuk olahraga kardio adalah joging, berenang, berjalan cepat, senam aerobik, lari dan bersepeda.
Melakukan kardio juga mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti memperbaiki kondisi paru-paru, melatih otot jantung agar kuat, dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga organ mendapat oksigen yang cukup. Banyaknya gerakan tubuh yang dilakukan saat olahraga kardio dapat mempercepat detak jantung dan melatih jantung.
By: kompas.com